Hak Utama Prioritas Di Jalan Raya

Hak Utama Prioritas Di Jalan Raya

Mungkin kita semua sebagai pengguna jalan (termasuk Sewa Rental Pickup GranMax di Surabaya) tahu di dalam lalu-lintas jalanan pun ada yang harus diutamakan untuk lewat saat berada di persimpangan. Bila kereta api dan kendaraan pengguna jalan raya telah jelas diatur mana yang akan didahulukan, maka tidak demikian bila antar pengguna jalan raya lainnya. Tidak terkecuali pula pada rel yang tidak berpalang pintu, namun orang pun masih cenderung suka menerobos palang meski terkadang diperdengarkan lewat megaphone bahwa kereta harus melaju lebih dulu.

Di jalanan pun, Rental Sewa Mobil Xpander di Surabaya  masih menemukan banyak masyarakat yang masih kurang paham pihak mana yang perlu didahulukan pada kesibukan lalin jalan. Setidaknya, bila Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya menyusur jalan lalu ada teriakan sirine Ambulans pun banyak pengendara masih susah memberi jalan. Nampaknya pendidikan moral kita tak sepenuhnya berjalan di dalam kenyataannya. 

Beberapa waktu lalu, Rental Sewa Honda Mobilio di Surabaya mendapati satu video pada media sosial tentang kecelakaan di sebuah terowongan di Korea Selatan. Banyak mobil kemudian sibuk minggir untuk memberi jalan kepada pihak yang berwenang mengurus kecelakaan tersebut. Videonya bisa ditonton pada tautan berikut: https://youtu.be/JFbdjD4Two0.
Sungguh kontras dengan pemandangan di jalanan Indonesia. Mungkin hanya pengawalan pejabat yang membuat pengguna jalan ini minggir. Mungkin juga perlu pelatihan atau pendidikan khusus bagi kebanyakan pengguna jalan dengan jalan diberi 'gimmick' supaya mengundang banyak orang turut serta.

Di lain pihak, Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya mengetahui ada regulasi yang mengatur hak utama pemakai jalan ini, tepatnya pada pasal 134 UU No. 22 Tahun 2009. Berikut adalah kutipannya:

Pasal 134
Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
f. Iring-iringan pengantar jenazah; dan
g. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sedangkan menurut PP no 43 tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu-Lintas Jalan yang menjadi acuan wikipedia secara berbeda dengan pasal di atas: https://id.wikipedia.org/wiki/Hak_utama_penggunaan_jalan. Meski beberapa juga ada yang sama. Namun Rental Sewa Mobil di Surabaya Barat masih berpikir jika acuan yang diberlakukan oleh petugas di lapangan adalah yang lebih baru. Hanya selama ini Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya pun belum pernah melihat (entah jika terlewat) adanya beberapa kejadian bersamaan yang membuat pasal tadi harus diterapkan. Jangan sampai mungkin ya? karena beberapa diantaranya adalah 'kejadian luar biasa' yang cenderung merupakan tragedi.
 
Sementara itu, Rental Sewa Mobil Plus Sopir di Surabaya ternyata menemukan berita yang sempat viral tentang adanya penyimpangan terhadap aturan tersebut. Misalnya iring-iringan mobil dinas yang mengambil urutan dan ingin menang sendiri: http://viral.solopos.com/read/20180916/486/940013/video-viral-lagi-ambulans-dihalangi-konvoi-mobil-dinas. Secara mendasar, hal ini merupakan pelanggaran dan ketidakpahaman pejabat negara terhadap aturan resmi. Bagaimanapun pentingnya tugas seorang pejabat, sesuai aturan yang telah dirumuskan seharusnya tidak demikian. Mungkin yang tersirat di benak seseorang atau warganet secara umum: Bila ada kepentingan mendadak seperti itu, mengapa waktu keberangkatan dinasnya tidak dimajukan? Mungkin memang sulit untuk menjadi seorang pejabat negara, tetapi melanggar aturan tadi pun bukan merupakan pembelajaran yang baik; karena dalam sebuah mobil Ambulans mungkin ada nyawa yang dipertaruhkan dan perlu diselamatkan. Adalah penting bagi kita semua menjunjung tinggi rasa kemanusiaan, terlepas dari isi dan fungsi sebuah UU tadi yang telah mengatur skala prioritas. Apalagi sebuah UU yang telah disahkan memang dianggap sudah menjadi persetujuan bersama yang mengatur tindakan kita dalam keseharian. Pelanggaran lain yang ditemukan adalah ketika ada 'pengawalan' yang dilakukan oleh petugas selain polisi terhadap mobil pribadi: https://www.motorplus-online.com/read/251596089/sok-jagoan-video-pengendara-motor-yamaha-nmax-arogan-blokir-jalan-saat-macet. Sayangnya tidak disebutkan kepentingan yang bersangkutan mengapa hingga membutuhkan pengawalan tersebut.

Jika yang melintas adalah iring-iringan jenazah atau konvoi lain kepentingan pun tentu tidak sekrusial beberapa poin sebelumnya, jadi ditempatkan pada urutan bawah. Sedangkan yang paling bawah dari kesemuanya (di luar daftar) adalah masyarakat umum, termasuk Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya beserta tamu penumpangnya yang kebetulan melewati jalan atau persimpangan yang sama. Bila armada Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya melintas baik sekadar lewat melalui jalan tadi atau jalanan tersebut bahkan menjadi tujuan tamu, tentunya harus menunggu giliran setelah beberapa elemen masyarakat tadi melintas terlebih dulu; dan tentu saja tamu konsumen pun juga harus 'tunduk' atas aturan yang berlaku secara umum.
 
 
***
Keterangan gambar: kereta api merupakan satu kendaraan yang mempunyai hak paling utama dibanding lainnya, tidak dapat diserobot oleh kendaraan lain disebabkan sulitnya berhenti secara mendadak, apalagi jalan kereta api terbatas dan hanya melaju pada relnya. Sumber: Pixabay/pvdv63.

1
Halo Armada Rent, ada yang bisa kami bantu?
Powered by