Pernah Mendapat Uang Palsu dari Rental Mobil di Surabaya?

  • Home
  • Berita
  • Pernah Mendapat Uang Palsu dari Rental Mobil di Surabaya?

Pernah Mendapat Uang Palsu dari Rental Mobil di Surabaya?

Salah satu yang membuat kerugian dari bisnis apapun adalah peredaran uang palsu. Jika kita menyempatkan diri berkeliling sejenak ke beberapa warung atau toko (baik kecil atau besar), mungkin kita akan melihat adanya beberapa lembar uang palsu yang dipajang di dinding atau etalasenya. Meskipun tak sampai membuat bangkrut beberapa usaha, kehadiran beberapa lembar tadi membuat keuntungan tergerus. Namun bagaimana dengan pedagang kecil keliling yang omzetnya hanya dalam kisaran ribuan hingga paling banyak puluhan ribu (itupun masih harus membayar setoran)?

Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat sendiri membuat beberapa hal dimana uang palsu diharapkan menjauh. Misalnya dengan cara transfer rekening. Saat ini semua usaha direkomendasikan untuk beralih ke uang elektronik atau digital demi kemudahan dan mengurangi ongkos cetak. Jadi dari sisi kemudahan ini memang menguntungkan Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya, meski di sisi lain keamanannya berpindah (bukan lagi soal palsu) dan mesti diwaspadai karena pencurian data pun masih menjadi salah satu momok bagi nasabah bank. Salah satu yang cukup banyak terjadi di masyarakat adalah kelalaian meneliti slot kartu ATM di kios ATM umum dan lain sebagainya. Berkaitan dengan keamanan uang digital ini, Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya sendiri merasa perlu berlangganan antivirus pada gawai operasional yang digunakan dengan tujuan mengurangi risiko yang lebih besar.

Hanya, kadangkala dalam operasional keseharian Rental Sewa Pickup Grand Max di Surabaya pun masih saja berhubungan dengan uang tunai. Misalnya: 
1. Penggajian karyawan. Tak setiap karyawan mempunyai rekening bank.
2. Konsumen yang lebih menyukai uang tunai. Ada beberapa konsumen yang menyukai datang ke kantor Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya dan membayar tunai. Jika ada kembalian pun dibayarkan secara tunai (atau diberikan saat penjemputan)
3. Membayar ongkos-ongkos operasional. Seperti pembelian BBM, pembayaran parkir, adanya servis saat kendaraan dipesan, dan lain sebagainya. Memang, beberapa hal ini adalah kewajiban penyewa—dengan artian tidak termasuk dalam ongkos penyewaan. Tetapi ada beberapa poin yang mungkin di luar pemikiran penyewa. Sebagai persetujuan di awal, adalah aturan BBM datang penuh-kembali penuh dengan artian tangki BBM tersebut saat akhir penyewaan diharuskan penuh seperti awalnya. Beberapa tamu penyewa memilih bersama sopir Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya dalam pengisian BBM ini, namun ada juga yang memilih menitipkan uang BBM tadi kepada sopir untuk mengisinya sendiri.
4. Dan beberapa lainnya.

Sementara itu, penyewaan mobil armada Sewa Rental Mobil Perhari di Surabaya memang tidak dapat dibandingkan dengan mobil angkutan umum atau bahkan taksi berbasis aplikasi dimana armadanya dapat dipesan di pinggir jalan (ada yang ngetem dan ada yang lewat tapi kebetulan kosong). Dalam operasional Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya, semua armada adalah berangkat dari garasi perusahaan, bukan rumah tinggal sopir. Jadi ada sedikit validasi atau konfirmasi yang diperlukan supaya Sewa Rental Mobil Baru di Surabaya tidak keliru menjemput atau bahkan disalah-gunakan orang iseng.

Kembali ke bahasan uang palsu, Rental Sewa Honda Mobilio di Surabaya pernah menjumpai adanya iklan-iklan di 'koran kuning' tentang adanya penggandaan uang atau mencari uang bukan dengan jalan 'biasa'. Dalam praktiknya, kita menjumpai adanya beberapa penipuan lewat pemberitaan media. Entah apakah ada hubungannya antara penipuan penggandaan uang tadi dengan iklan 'koran kuning' tersebut, namun secara teknis pemerintah saat ini membatasi lembar-lembar uang yang beredar supaya tidak terlampau banyak supaya nilai mata uang rupiah tidak jatuh dan hiper-inflasi seperti Venezuela atau Zimbabwe: http://solo.tribunnews.com/2016/09/21/kenapa-ya-negara-tak-cetak-uang-sebanyak-banyaknya-agar-terbebas-dari-utang-dan-kemiskinan. Sebagai poin penting, ternyata di masa lalu Indonesia pernah melakukannya, dan sudah seharusnya Indonesia belajar dari masa lalu agar tidak terpuruk pada kesalahan serupa. Dan dari sini saja teori dan niatan penggandaan tadi tidak sinkron dengan bagaimana bahasan ekonomi diterapkan.

Berkaitan dengan politik, uang palsu juga menjadi hal penting pada pelaksanaan pilkada: http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/11/04/og3kxk400-jelang-pilkada-bi-tasik-sosialisasikan-uang-palsu. Pasalnya terkadang ada yang menggunakan 'money politic' sedangkan kondisi tersebut disinyalir juga menjadi media untuk penyebaran uang palsu. Semoga konsumen Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya tidak tergoda adanya politik uang tadi ya, karena dapat berimbas kurang menguntungkan bagi kelangsungan demokrasi. Begitu pula bagi mereka yang menemukan uang palsu dalam tautan ini, lebih baik dimusnahkan ketimbang merugikan orang lain terutama 'wong cilik': https://akurat.co/news/id-303094-read-wow-uang-rp100ribu-dan-rp-50ribu-disebar-orang-tidak-dikenal-nbsp-di-jakbar.

Sebagai penutup, mungkin tautan video tentang pembuatan uang koin ini cukup menarik untuk disimak. Seharusnya video seperti ini akan menginspirasi kita untuk lebih menghargai uang kartal (uang kertas dan koin) karena pembuatannya cukup susah: https://www.facebook.com/quartznews/videos/1827520200615007/. Karena di Indonesia sendiri ada tradisi atau budaya membentuk sesuatu dari uang koin dan kertas. Padahal uang sendiri bukan dimaksudkan untuk dekoratif semacam itu, kecuali bersifat sementara.
 
 
 
 
***
keterangan gambar: ilustrasi uang rupiah. Sumber: Pixabay/EmAji.

1
Halo Armada Rent, ada yang bisa kami bantu?
Powered by