Terorisme Dalam Kehidupan Kota Sekitar Sewa Mobil Di Surabaya

  • Home
  • Berita
  • Terorisme Dalam Kehidupan Kota Sekitar Sewa Mobil Di Surabaya

Terorisme Dalam Kehidupan Kota Sekitar Sewa Mobil Di Surabaya

Beberapa waktu lalu ada sekumpulan teroris menyerang Surabaya. Ada gereja dan markas polisi yang disasar. Sementara di daerah yang termasuk wilayah kabupaten Sidoarjo ada bom meledak di sebuah rusun. Begitu juga penemuan bom rakitan di wilayah Manukan dan beberapa daerah lain: http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2018/204031-90-Bom-Pipa-dan-59-Bom-Mug-Disita-Densus-88-dalam-Operasi-Pascabom-Surabaya-. Dari beberapa temuan ini Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya mengapresiasi kerja keras pihak kepolisian dan lainnya hingga menjadikan suasana kembali kondusif. Namun tak hanya Surabaya, beberapa daerah lain di Indonesia pun diliputi suasana yang sama. Imbasnya cukup jelas: selama beberapa hari, beberapa kawasan yang berpotensi menjadi pusat keramaian ditutup. Salah satunya adalah Jembatan Suroboyo yang kini menjadi ikon 'wisata murah' di Surabaya Timur.

Peristiwa ini meski tak mengguncang penduduk Surabaya secara keseluruhan juga turut disesalkan oleh banyak pelaku usaha. Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya mendapati peristiwa ini tidak mengguncang trauma penduduk Surabaya secara umum, yang ada hanya kemarahan disebabkan Surabaya selama ini dikenal aman dan tidak menjadi sasaran target bom dibandingkan dengan beberapa kota lain di Indonesia semacam Makassar atau Jakarta. Sejumlah elemen masyarakat Surabaya pun berkumpul dan menggelar aksi solidaritas di sebelah timur Tugu Pahlawan pada malam hari pasca bom tersebut; yang diantaranya ada Bonek, Banser, GP Ansor dan lintas agama.

Walaupun demikian, tidak bisa menampik fakta bahwa suasana kota agak cenderung sepi disebabkan anak-anak sekolah yang diliburkan: http://surabaya.tribunnews.com/2018/05/13/serangan-bom-bunuh-diri-guncang-surabaya-sekolah-diliburkan-besok; dimana waktu libur yang lebih lama mungkin dilakukan oleh Sekolah Kristen. Pada sisi ekonomi, dari media sosial Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya mendapati beberapa anggota masyarakat merasa penghidupannya terganggu disebabkan oleh sepinya order pasca peristiwa bom tersebut selama beberapa hari, salah satunya bisa dilihat berikut ini: https://www.facebook.com/groups/surabayadigitalcity/permalink/1702761599847054/. Tega banget ya? :'(
Di area yang lebih luas, mungkin industri pariwisata Indonesia secara keseluruhan juga terimbas karena ada negara-negara yang mengeluarkan travel advice untuk berhati-hati kepada warganya jika mempunyai tujuan ke Indonesia: https://travel.trubus.id/post/gara-gara-bom-surabaya-14-negara-terbitkan-travel-advice-ke-indonesia-10843. Meskipun tindakan ini relatif lebih ringan ketimbang travel warning (larangan berkunjung) saat adanya Bom Bali dulu. Sementara peringkat Indonesia sendiri untuk kategori negara teraman adalah urutan 91 dari 136 negara dari data Travel and Tourism Competitiveness Report 2017 yang dikeluarkan World Economic Forumhttps://travel.trubus.id/post/ini-daftar-negara-teraman-dari-terorisme-peringkat-berapa-indonesia-10814. Tidak begitu aman dan cenderung kritis mungkin, tapi dewasa ini ada banyak usaha dilakukan oleh berbagai instansi baik pemerintah dan swasta untuk menggiatkan berbagai sektor di dalam negeri, terutama pariwisata demi meraih kunjungan dari wisatawan, profesional, dan delegasi asing ke Indonesia.

Hanya, jika dirunut kebelakang kemungkinan akar terorisme itu bisa ditelusuri; Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya juga sempat mencermati referensi berikut: https://kumparan.com/@kumparannews/surabaya-poros-evolusi-jejaring-radikal-indonesia. Namun mungkin ada pembiaran dari aparat karena dikhawatirkan terjadinya dampak yang lebih besar dan meluas disebabkan pemikiran bahwa tindakan tertentu dianggap sebagai representasi panguasa menghancurkan sendi beragama; meski secara umum banyak warga Indonesia yang sebelumnya cenderung damai pun merasa jengah ada pengkotak-kotakan alias label 'bukan termasuk beriman' jika tidak mengenakan atribut tertentu atau tidak sesuai dengan kelompok mereka. Sewa Rental Honda Mobilio di Surabaya merasa ini adalah satu hal yang cukup sensitif, walaupun demikian fakta demikian telah menyebar dan tidak terbantahkan berdasar dari sekian tahun waktu bersosial-media.

Untung saja selama situasi negatif ini Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya masih menerima kepercayaan dari masyarakat yang membutuhkan jasa rental mobil+sopir. Sementara tamu konsumen yang telanjur memesan kendaraan pun tidak serta-merta membatalkan rencananya untuk mengunjungi Surabaya. Kemungkinannya, bila ada kebutuhan ketemuan dengan pihak lain/seseorang pun terus langsung jalan tanpa perlu ditunda atau dibatalkan; kemungkinan lainnya mereka mengikuti update berita tentang terorisme ini hingga memutuskan tetap melakukan penyewaan armada Sewa Rental Mobil Perhari di Surabaya pada hari H.
Jadi pasca peristiwa bom tersebut banyak sopir Rental Sewa Pickup Grand Max di Surabaya tidak lantas menganggur dan aktivitas pun berjalan seperti biasa karena warga telah mempercayakan keamanan kota kepada pihak kepolisian atau instansi pemerintahan kota. Sebagai sebuah usaha dengan satu tim belasan karyawan serta sopir, kami tidak sampai mengalami kelumpuhan operasional.
 
Segala peristiwa memang ada imbasnya baik besar dan kecil, baik langsung maupun tak langsung disebabkan adanya efek domino dari semua hal yang terjadi tadi; dan sebagai sebuah usaha Sewa Rental Mobil Plus Sopir di Surabaya (mungkin juga kita semua) mengharapkan suasana kondusif untuk kelangsungan ke depannya. 
 
 
 
***
Keterangan gambar: ilustrasi serangan teroris. Sumber: Pixabay/PublicDomainArchive 

1
Halo Armada Rent, ada yang bisa kami bantu?
Powered by