Resmi dan Tak Resmi, Asli Atau Palsu?

  • Home
  • Berita
  • Resmi dan Tak Resmi, Asli Atau Palsu?

Resmi dan Tak Resmi, Asli Atau Palsu?

Resmi atau Palsu.
Mungkin kita akan banyak menemui adanya kondisi ini saat membeli barang, terutama yang berhubungan dengan merek tertentu. Menurut Rental Sewa Pickup Grand Max di Surabaya, praktik semacam ini agaknya dipastikan akan selalu terjadi, terutama jika masyarakat lebih menekankan harga ketimbang kualitas (sensitif harga). Masyarakat seperti ini akan lebih bersemangat membeli disebabkan murahnya, apalagi tren media sosial seperti saat ini akan membuat masyarakat cenderung 'pamer' meskipun barang yang dipunyainya tidak asli. Bagi masyarakat sejenis ini, terlihat mengenakan merek tertentu pun dapat membuat mereka sedikit bangga. Namun selama ini ada pembedaan istilah oleh masyarakat kebanyakan tentang itu: 'asli' atau 'KW'.

Tetapi, kita juga mengetahui jika kita membeli produk resmi kita akan mendapatkan sejumlah keuntungan. Pasalnya, produk resmi telah melewati sejumlah riset tertentu agar tetap dikatakan 'layak jual' dan memenuhi standar. Produk asal murah tak bisa begini, karena bisa jadi dia muncul dengan riset yang lebih sedikit atau bahkan tanpa riset sama sekali. Kan secara penampilan dia nyontek?
Dan sudah tentu 'barang KW' mempunyai reputasi buruk karena mengabaikan hak cipta. Beberapa waktu lalu diberitakan sebuah pihak produsen Amerika marah kepada 'produsen tradisional' Purbalingga yang mencontek produk knalpot mereka: http://www.otosia.com/berita/wah-knalpot-purbalingga-kena-murka-produsen-amerika.htmlSewa Rental Mobil Murah di Surabaya berpendapat hal-hal begini bisa menjatuhkan produsen lain yang jujur dan berani keluar banyak untuk riset. Mungkin kita bisa melihat reputasi Cina yang tersohor di dunia dalam memproduksi 'barang KW', meski beberapa pihak di dalam negeri tersebut juga melakukan pemberantasan terhadap 'barang KW'.

Barang yang dipalsukan ini pun tidak hanya berkutat pada satu bidang industri saja (seperti otomotif atau transportasi yang bersinggungan dengan Rental Sewa Mobil Innova di Surabaya). Misalnya, kebutuhan sehari-hari semacam galon air: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/08/23/16494331/begini-cara-aqua-galon-dipalsukan. Tulisan lain pun bisa dijumpai pada tautan berikut: http://www.kompasiana.com/issonkhairul/59a14bb2ff44bc14f337d992/air-minum-oplosan-pakai-barcode. Pelopor penjualan air minum mineral di Indonesia ini memasang harga relatif lebih tinggi dibanding kompetitornya. Dengan harga yang cukup tinggi tersebut, kemungkinan produsen mengejar standar baku dan kualitas produknya. Nah, kesempatan inilah yang digunakan oleh penipu untuk membuat produk bajakan mereka berharga cukup tinggi pula sehingga akan beroleh keuntungan yang berkali-kali lipat ketimbang hanya membajak merek air minum berharga murah. Bukankah juga banyak pemalsu uang rupiah dengan nominal dua puluh ribu ke atas ketimbang uang palsu pecahan di bawahnya?

Sekali waktu, Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat juga pernah mendapati adanya iklan meterai palsu di koran-koran dengan harga 4000 rupiah, selisih separuh harga dengan meterai asli. Oleh masyarakat yang curang, meterai tersebut dijual lagi dengan harga lebih murah dari bandrol aslinya. Dan kemudian Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya ternyata mendapati berita tersebut pada media daring: https://metro.tempo.co/read/news/2016/05/25/064773934/peredaran-meterai-palsu-pelaku-jual-dengan-harga-miring. Bahayanya adalah jika digunakan dalam surat-menyurat resmi, kemungkinan tidak akan menjadi sah secara hukum karena meterainya palsu. Kita semua mungkin mempunyai pengalaman dengan surat bermeterai ini. Salah satunya jika kita komplain terhadap satu instansi, atau bila kita terlibat kesepahaman serta perjanjian dengan pihak lain (minimal satu RW atau satu kampung).

Dan berhubung seluruh armada Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya dipertahankan seperti standar pabrikan sesuai aslinya, maka tak sempat ada modifikasi pada masing-masing mobil tersebut karena dianggap tidak perlu. Adanya modifikasi biasanya lebih ke pengguna pribadi, atau angkot (entah yang begini ini untuk lebih menarik masyarakat supaya naik dan menggunakan jasanya), atau truk yang lebih merupakan moda distribusi barang. Dua moda transportasi ini yang sering dijumpai Rental Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya di lapangan. Tidak diketahui lagi apakah komponen yang digunakannya tersebut asli atau bukan; namun kita bisa mengira-ngira jika pemilik tersebut mampu mendandani kendaraan tadi sedemikian rupa maka seharusnya harga sparepart asli pun nampaknya tidak lagi menjadi masalah asal masih sesuai standar pabrikan.

Mereka yang sadar kebutuhan dirinya serta konsumennya (seperti pemilik angkot tadi) mungkin juga akan lebih memilih barang asli ketimbang KW, khususnya jika ingin kendaraannya beroperasi normal serta awet disamping demi kenyamanan penumpangnya. Hanya, mereka yang senantiasa jahat dan hanya ingin untung tinggi (mencakup produsen dan jajaran distribusinya) tentu tidak peduli terhadap kebutuhan dasar para sopir ini: https://www.otosia.com/berita/di-kota-ini-marak-oli-palsu-pertamina-musnahkan-220-drum.html. Berita lainnya juga bisa dicermati pada tautan berikut: http://www.otosia.com/berita/oli-palsu-paling-banyak-di-wilayah-ini.html.
Di masa internet berkembang pesat seperti saat ini, bisa jadi penyebaran produk palsu ini lebih meluas; dan hal ini menjadi tantangan untuk lebih waspada bagi Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya mengingat saat ini menyediakan oli bukan saja untuk armada kendaraannya sendiri namun juga untuk kendaraan orang lain dari jasa bengkel yang ada di garasi Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya.

Berbicara tentang 'kepalsuan', tentu banyak dari kita juga yang mengetahui hal ini terkait dengan akun media sosial yang dimiliki oleh seseorang atau pihak tertentu. Selain telah banyak yang mengetahui bahwa orang sering pamer akan sesuatu yang palsu, banyaknya 'like' atau orang-orang yang menyukai satu post tertentu bisa jadi disebabkan oleh mekanisme 'like' bayaran juga: http://tekno.kompas.com/read/2017/05/22/13040077/mengintip.pabrik.pemberi.like.palsu.di.media.sosial. Dari sini mungkin bisa dipastikan jika Sewa Rental Mobil Per-12 jam di Surabaya tidak terkait dengan hal begini; karena disamping hanya membuang uang, jujur lebih baik disebabkan hal ini dinilai akan lebih mampu mendongkrak kepercayaan kepada Rental Sewa Mobil Perhari di Surabaya. 'Like palsu' tersebut juga akhirnya menyulitkan untuk mengetahui berapa orang sebenarnya yang memberikan feedback dan mempunyai ketertarikan terhadap posting yang dilakukan. Karena 'mesin' toh tidak berpotensi untuk menggunakan jasa atau membeli sebuah produk yang ditawarkan oleh pihak-pihak tertentu.
 
 
 
 
***
Keterangan gambar: situasi sebuah pengeboran minyak di petang hari. Oli mobil yang merupakan produk sampingan minyak bumi merupakan salah satu produk yang banyak dipalsukan. Sumber: unsplash/Zbynek Burival.

1
Halo Armada Rent, ada yang bisa kami bantu?
Powered by