Tiang Listrik Di Sekeliling Sewa Mobil Surabaya

  • Home
  • Berita
  • Tiang Listrik Di Sekeliling Sewa Mobil Surabaya

Tiang Listrik Di Sekeliling Sewa Mobil Surabaya

Tiba-tiba tiang listrik menjadi heboh beberapa waktu lalu disebabkan oleh berita tentang mobil yang ditumpangi seorang petinggi lembaga tinggi menabrak tiang listrik. Tiang listrik itu sendiri diberitakan kemudian menjadi 'tujuan wisata' oleh masyarakat. Cukup aneh, meski rasa penasaran masyarakat akan hal tersebut bisa dipahami. Padahal selain peristiwa tadi, Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya menemukan ada banyak berita terkait seseorang yang menabrak tiang listrik. Diantaranya adalah berita berikut: http://regional.liputan6.com/read/3179897/para-siswa-histeris-saat-bus-sekolah-tabrak-tiang-listrik serta https://www.jawapos.com/radarbromo/read/2017/11/22/28769/tiang-listrik-di-paiton-ditabrak-truk-sedesa-di-banyuglugur-padam.

Jika tiang listrik yang bermasalah tersebut adalah menjadi penopang saluran listrik satu-satunya ke sebuah daerah maka bisa dipastikan satu daerah akan mengalami 'gelap' hingga tiang listrik tersebut dibenahi. Hanya, sejauh yang diketahui Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya meski ada sambungan dari beberapa sumber tetap ada sistem kanal yang mengatur satu blok tertentu. Seperti kantor Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya yang pernah sementara 'mendapat jatah' giliran mati listrik disebabkan pemeliharaan sambungan tersebut (penggantian kabel).

Pada dasarnya, di Indonesia serta negara lain banyak terdapat tiang listrik di pinggir jalan. Hal ini tentu terkait dengan bagaimana penyediaan distribusi listrik oleh pemerintahnya sebagai salah satu sumber daya. Padahal kebutuhan elektronik seseorang semakin kompleks saat ini; jadi bukan hanya tiang listrik saja yang sering kita temui, bisa jadi ada bermacam tiang-tiang lain yang saling terhubung. Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya melihat saat ini ada bermacam penyedia layanan internet yang salah satunya (menurut penuturan tim marketingnya) 'nebeng' tiang telepon milik telkom. Jadi semakin banyaknya tiang tentu akan berisiko tertabrak warga yang berkendara secara 'tidak normal', sama seperti yang banyak terjadi juga ketika sebuah pengemudi terlibat kecelakaan baik karena kondisi tertentu di kendaraan mereka ataupun kesalahan sendiri (human error). Misalnya; masuk selokan atau parit, menabrak pohon, hingga 'terbang' ke atap rumah seseorang yang lebih rendah posisinya dari jalan raya.

Di beberapa tempat dan kawasan perumahan, keberadaan tiang listrik ini hampir tak ada karena semua utilitas ditempatkan di bawah tanah. Pengaturan pada kawasan perumahan (bukan perkampungan) sepertinya cenderung lebih minim protes pada pembukaannya disebabkan pemasangan instalasi kabel tersebut adalah pada saat pembangunan awal kompleks, bukan menggali tanah saat telah banyak bangunan berdiri semacam di Jakarta ini: https://finance.detik.com/foto/3652744/pln-lakukan-pengeboran-kabel-listrik-bawah-tanah-di-jakarta/. Namun dari referensi Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya lain menyebutkan bahwa utilitas kelistrikan di daerah Jakarta tadi akan diarahkan ke bawah tanah oleh pemda setempat supaya tidak mengganggu pemandangan kota.

Mirip seperti listrik yang disalurkan lewat tiang-tiang, penggalian dan penempatan utilitas listrik bawah tanah ini mungkin berisiko saat terkena gempa kecuali pada daerah-daerah yang tidak rawan gempa misalnya kawasan perumahan dekat kantor Rental Sewa Pickup Grand Max di Surabaya; selain itu pengadaannya bisa lebih mahal hingga tiga kali lipat dibandingkan utilitas di atas tanah mengutip berita berikut: https://finance.detik.com/energi/3453679/kabel-listrik-bawah-tanah-pln-ini-made-in-indonesia. Jadi kemungkinannya masih sedikit daerah yang akan menerapkan pemasangan utilitas bawah tanah ini. 
Tapi ketiadaan tiang listrik atau tiang kabel telepon tersebut bukan berarti jalanan tanpa tiang-tiang (yang memang menjadi bagian jalan yang berpotensi tertabrak), karena pada dasarnya jalanan umum masih membutuhkan penerangan atau rambu-rambu. Hanya, kabel-kabel yang biasa terlihat bergelantungan antar tiang-tiang tersebut tidak ada lagi. Saat tiang-tiang tersebut terkena kondisi tertentu—semisal pondasi atau tiang itu sendiri yang menjadi rapuh, tertabrak alat berat dan lain sebagainya maka tiang tadi bisa berpotensi mencelakai orang atau kendaraan seperti foto pada tautan berikut: https://www.facebook.com/groups/surabayadigitalcity/permalink/1516269285162954/.

Ada sebuah fenomena yang menunjukkan perkembangan suatu daerah, ditandai oleh adanya tiang listrik di tengah jalan seperti pada tautan berikut: https://www.jawapos.com/radarsemarang/read/2017/12/20/34686/tiang-listrik-masih-berdiri-di-tengah-jalan. Pembangunan awal tiang listrik tersebut tidak salah atau melanggar apapun, hanya ketika sebuah jalan diperlebar maka tiang listrik yang tadinya berada di pinggir jalan menjadi berada di tengah jalan. Kondisi ini juga ditemui di Surabaya saat pembangunan frontage road Ahmad Yani, dan mungkin juga daerah lain. Bagaimanapun, selayaknya kita harus bersyukur atas kondisi 'dikepung' listrik ini karena ada banyak wilayah di Indonesia yang masih baru saja menerima sekadar penerangan lampu semacam ini: http://regional.liputan6.com/read/2969367/listrik-menyala-warga-kampung-fef-bergoyang-semalaman. Padahal listrik adalah hal dasar yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain, termasuk belajar (bagi anak-anak) dan mencari uang. Pada tautan terakhir kita juga bisa membaca tentang keinginan seorang warga papua untuk mendirikan rumah makan; yang bisa dibilang adalah sesuatu yang 'sangat biasa' bila kita melihat kondisi di Pulau Jawa. 

Karena listrik jugalah Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya berkembang, karena komponen penting ini adalah salah satu penopang operasional Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat dalam keseharian baik dalam segi teknis mobil maupun administrasi.
 
 
***
Keterangan gambar: Tower listrik, satu jenis tiang listrik tetapi mempunyai lebih besar daya yang didistribusikannya. Gambar: pixabay/treeex6

1
Halo Armada Rent, ada yang bisa kami bantu?
Powered by