Berita Terbaru
Statistik
- Kunjungan hari ini:163
- Total Kunjungan:475733
20 Januari 2010
Mobil 'hijau', bukan sekadar soal teknologi
Saat membuka pameran The Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-15 pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat meminta industri otomotif mengantisipasi dampak negatif pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan bermotor dengan meningkatkan inovasi teknologi.
Presiden sebenarnya hanya ingin menegaskan kembali komitmen industri dalam mewujudkan dunia yang lebih ramah lingkungan. Payung hukum untuk menciptakan kehidupan yang lebih 'hijau' sebenarnya sudah dirilis sejak awal tahun lalu melalui Perpres Nomor 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional dan Inpres Nomor 1/2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (biofuel) sebagai Bahan Bakar lain.
Imbauan Presiden ini dapat dibaca sebagai dorongan kuat untuk mengingatkan kembali apa yang harus dicapai bangsa ini. Karena disampaikan di sebuah pameran otomotif berskala internasional, keinginan orang nomor satu di negeri ini pun dapat ditebak, yaitu industri otomotif hendaknya tak hanya berorientasi pada pasar tapi juga memikirkan masa depan kehidupan manusia dengan fokus pada pengembang-an teknologi.
Mobil konsep yang ramah lingkungan di IIMS ke-15
Produsen Model
Honda Civic Hybrid
Honda Elysion Welfare Vehicle
Toyota I-unit
Prius Welcab
Fine-T
Kia KND-4 Mitsubishi Lancer MIEV
Sumber: IIMS
Industri otomotif di Tanah Air, sebenarnya hanya satu dari banyak sasaran pesan yang disampaikan Presiden tersebut. Apalagi, posisi produsen mobil di negeri ini hanya sebagai perakit kendaraan dan tidak pernah terlibat secara jauh pada proses pengembangan sebuah model mobil baru, terutama terkait teknologi yang dipakai. Semua aktivitas riset dan pengembangan teknologi dilakukan prinsipal masing-masing di luar negeri.
Tapi bukan berarti Presiden salah memilih audience untuk menyampaikan pesan moral tadi. Setidaknya, kalangan perwakilan produsen otomotif global yang sudah lama bercokol di negeri ini diharapkan dapat memberikan input teknologi kepada prinsipalnya, terutama yang terkait dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Indonesia di bidang kendaraan bermotor.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam pameran
Mobil tiga tahun terakhir selalu mengusung tema seputar energi alternatif, peningkatan kualitas lingkungan hidup, dan masa depan industri kendaraan bermotor.
Nuansa serba hijau pun selalu menghiasi ruangan Jakarta Convention Center setiap tahun yang dijadikan asosiasi ini memperkenalkan teknologi ramah lingkungan.
Mobil-mobil konsep pun didatangkan langsung dari prinsipal otomotif di luar negeri untuk menunjukkan upaya industri mobil menyongsong kehidupan yang ramah lingkungan.
Mobil 'hijau'
Sejumlah mobil 'hijau' terlihat meramaikan IIMS ke-15 kali ini, a.l. Honda Civic Hybrid, Honda Elysion Welfare Vehicle, Toyota I-unit, Prius Welcab, dan Fine-T, Kia KND-4, dan Mitsubishi Lancer MIEV.
Mobil-mobil masa depan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar berbasis fosil di masa mendatang. Karena itu, teknologinya pun beragam. Ada mobil listrik, kendaraan hibrida yang menggabungkan mesin konvensional dengan motor listrik, sampai mobil yang didesain khusus sekompak mungkin sehingga mudah dikendarai dan tak memakan banyak ruang parkir.
Teknologi sudah dikembangkan, payung hukum juga sudah ada, tapi mengapa upaya menghijaukan kehidupan ini masih jauh panggang dari api?
Solusi soal ini memang bersifat jangka panjang yang harus melibatkan banyak stakeholder (pemangku kepentingan) di berbagai sektor kehidupan, mulai industri yang menyiapkan teknologi, kesadaran masyarakat, serta tentu saja harus ada stimulan dan insentif menarik untuk mengembangkan sumber energi alternatif.
Insentif itu bisa berupa keringanan pajak bagi dunia usaha yang mengembangkannya hingga subsidi untuk pengembangan bahan bakunya.
Upaya menuju udara sehat sudah ditetapkan empat tahun lalu setelah Kementerian Lingkungan Hidup merilis SK nomor 141/2003 tentang Ambang Batas Emisi. Sayangnya, Pertamina belum mampu menyediakan bahan bakar pendukung secara merata di seluruh penjuru negeri ini untuk kendaraan yang sebenarnya sudah comply dengan standar emisi Euro-2.
Di sisi lain, uji kir kendaraan umum belum dilaksanakan dengan baik. Mobil tua-khususnya angkutan umum, dengan asap knalpot tebal menghitam banyak yang masih beroperasi di jalanan untuk mengejar setoran.
Implementasi standar emisi gas buang Euro-2 pun pada akhirnya bukanlah hanya sekadar soal teknologi mobil, tapi lebih dari itu-yang terpenting-adalah kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya udara bersih.
Sumber : (ahmad.muhibbuddin@bisnis.co.id)
Mobil Sport Savage Rivale Roadyacht Karya Pelajar Belanda Savagerivale.nl via carbodydesign.com